Rumah memiliki elemen utama berupa atap untuk memberikan perlindungan dari segala kondisi cuaca. Model atap miring tidak hanya sebagai shelter tetapi juga menjadikan hunian lebih fungsional dan terlihat unik secara visual.

Sekilas, atap yang berbentuk miring memang menyerupai model atap pada umumnya. Hal yang membedakan adalah kemiringan sisi yang kadang dibuat lebih curam dan tinggi.

Sebelum anda meminta bantuan jasa desain mambangun konsep rumah ini, maka pertimbangkan dulu kelebihan dan kekurangan atap model miring diperlukan sebelum menerapkannya pada hunian.

Kelebihan Menggunakan Atap Miring

Terdapat 4 kelebihan jika mengaplikasikan atap model miring untuk tempat tinggal, yaitu:

1. Desain Lebih Fleksibel

Atap model miring bersifat fleksibel sehingga memberikan kebebasan pada penghuni rumah untuk mendesain sesuka hati. Bentuk dan ukuran bisa dibuat bervariasi sesuai konsep rumah, kebutuhan penggunaan atau ketersediaan lahan.

Umumnya, kemiringan atap berkisar antara 250 – 350, namun bisa lebih landai atau lebih curam lagi. Atap model miring ada yang dibuat bertumpuk, miring satu sisi maupun dipadukan dengan model lain, misalnya atap datar.

2. Terbentuk Ruang Kosong di Bawah Atap

Selanjutnya, kelebihan atap miring adalah menyisakan ruang kosong yang tepat berada di bawah atap.

Area tersebut berfungsi untuk mengurangi laju panas dari luar sehingga bagian dalam rumah terasa lebih sejuk. Bagi rumah yang memiliki ruang terbatas bisa memanfaatkan area kosong atau loteng tersebut sebagai ruang tambahan.

3. Ventilasi Lebih Luas

Rumah beratap miring memiliki ventilasi yang luas sehingga menguntungkan bagi penghuninya. Ventilasi yang bagus memungkinkan sirkulasi udara yang lebih sehat dan cahaya matahari yang lebih banyak masuk.

Dengan begitu, penghuni rumah bisa menjalani hidup yang sehat sekaligus menghemat energi. Misalnya, tidak menyalakan lampu pada siang/sore hari dan tidak sering menghidupkan AC atau kipas angin.

4. Mampu Mengalirkan Air Hujan dengan Baik

Atap miring didesain untuk mengalirkan air hujan ke bawah untuk kemudian diserap oleh tanah dengan memanfaatkan gaya gravitasi bumi.

Kemiringan yang dibuat ideal menyebabkan tidak ada air yang menggenang di atap. Air yang terlalu banyak menggenang berisiko menyebabkan kebocoran bahkan kerobohan.

Menariknya lagi, sisi yang miring dapat dibuat hanya ke samping kiri/kanan, belakang atau depan. Misalnya, jika tidak ingin ada tetesan air di halaman depan, maka cocok menggunakan atap yang miring ke belakang.

Kekurangan Menggunakan Atap Miring

Pemilihan atap berbentuk miring untuk tempat tinggal ternyata juga memiliki kekurangan, antara lain:

1. Ada Risiko Kebocoran

Dapat mengalirkan air hujan langsung ke tanah bukan berarti atap model miring bebas bocor, ya. Tetap ada risiko kebocoran walaupun relatif kecil, terlebih jika perawatan atap dilakukan dengan baik.

Faktor yang mempengaruhi adalah material yang dipakai. Jenis genteng atau galvalum rawan memunculkan celah atau retakan sehingga memudahkan air untuk masuk ke dalam rumah. Selain itu, terdapat titik rawan bocor yang biasanya ada di pertemuan dua atap miring.

2. Ada Risiko Rusak oleh Angin

Kekurangan selanjutnya adalah atap miring berisiko rusak oleh terjangan angin. Biasanya, hal tersebut terjadi karena pemasangan atap yang kurang sempurna sehingga memunculkan celah atau bagian yang rentan terlepas.

Jika atap bercelah, maka strukturnya menjadi kurang kuat dan angin akan mudah masuk ke bagian dalam. Alhasil, kemungkinan rusak pun lebih tinggi.

Wajib melakukan prosedur pemasangan yang sempurna, terutama untuk hunian yang berada di area yang sering dilanda angin kencang.

3. Perlu Pemasangan yang Tepat

Sudah disinggung sebelumnya bahwa pemasangan atap model miring harus dilakukan dengan baik. Tujuannya untuk lebih menjamin keamanan dan keselamatan penghuni rumah.

Pemasangan tepat yang dilakukan oleh tukang profesional akan memaksimalkan fungsi atap model miring sebagai shelter rumah.  Penghitungan kemiringan, bentuk dan material yang dipakai pasti dilakukan dengan cermat.

4. Butuh Perawatan secara Rutin

Perlu diketahui bahwa material atap miring seperti genting rentan terlepas karena gempa dan angin kencang.

Solusi untuk menghindari hal tersebut adalah dengan rutin memeriksa kondisi atap. Tujuannya untuk memperbaiki atau mengganti apabila ada bagian yang rusak sehingga ketahanan atap tetap bagus.

Inspirasi Model Atap Miring untuk Tempat Tinggal

Tidak asal dibuat miring, model atap miring ini ternyata memiliki banyak tipe yang recommended sebagai referensi untuk melindungi rumah sekaligus mempercantik tampilan luarnya. Berikut 4 tipe atap model miring:

1. Butterfly Roof

atap miring model butterfly

Disebut butterfly roof atau atap kupu-kupu karena bentuknya menyerupai dua sayap serangga cantik tersebut. Terlihat pada gambar, ada dua sisi atap yang miring ke arah dalam dan saling bertemu di bagian tengah.

Bentuk tersebut mirip dengan sayap kupu-kupu yang sedang direntangkan. Butterfly roof memiliki area tengah yang mampu menampung air hujan. Tampungan air tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, menyiram tanaman hingga membersihkan diri.

2. Mono Pitched Roof

atap miring model mono pitch

Atap miring mono pitched roof adalah tipe atap yang mengarahkan kemiringan sisinya pada satu arah saja, misalnya belakang atau depan.

Apabila diterapkan pada hunian lantai satu, seperti pada gambar, maka bisa dikombinasikan dengan atap datar. Dinding pada bagian rumah yang ditutupi oleh mono pitched roof cocok ditinggikan sehingga memperluas ruang ventilasi.

Mono Pitched roof yang diposisikan pada lantai 2, memungkinkan untuk hadirnya jendela berukuran tinggi. Keuntungannya, cahaya alami yang masuk lebih banyak dan pemandangan yang terlihat lebih luas.

3. Oblique Roof

atap miring oblique

Sifatnya yang fleksibel memungkinkan atap model miring dibuat tinggi menjulang, bahkan melebihi dinding rumah. Terlihat pada gambar, tipe oblique roof memiliki bentuk atap yang besar dan lebar. Bentuknya hampir seperti butterfly roof namun ukurannya lebih tinggi.

Tipe atap ini cocok untuk rumah yang memiliki beranda luas atau ruang outdoor yang biasa digunakan untuk beraktivitas bersama. Atap yang tinggi menjulang dan lebar difungsikan untuk memberikan perlindungan sampai bagian luar rumah.

4. Gable Roof

atap miring gable roof

Tipe gable roof alias atap pelana adalah penutup rumah yang berbentuk menyerupai pelana kuda dengan dua sisi miring. Kemiringan atap umumnya dibuat antara 250 – 350 tergantung kesesuaiannya dengan gaya rumah atau luasnya lahan.

Rancangan yang matang dan proses pemasangan atap miring yang sempurna dapat memaksimalkan kelebihan sekaligus mengatasi kekurangan yang dimiliki. Oleh sebab itu, wajib menggunakan jasa konsultan dan arsitek yang berpengalaman seperti bimdesain.com.

Categories: Jasa desain

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *