Atap rumah memiliki bermacam bentuk dan salah satu yang paling sederhana yaitu atap berbentuk pelana. Atap pelana adalah penutup rumah yang hanya terdiri dari 2 sisi miring yang membentuk bumbungan sedangkan 2 sisi lainnya berupa tembok berbentuk segitiga.

Kemiringan atap antara 300 sampai 400 sehingga menyisakan ruang kosong antara plafon yang biasa disebut loteng (attic). Pelana merupakan model atap rumah yang sering digunakan para jasa desain rumah karena menawarkan kelebihan. Namun, model pelana juga memiliki beberapa kekurangan.

Kelebihan Menggunakan Atap Pelana

Wajar jika atap model pelana paling banyak dijumpai pada rumah-rumah penduduk. Sebab, terdapat 4 kelebihan yang menguntungkan bagi penghuni rumah, antara lain:

1. Anti Bocor

Memiliki kedua sisi yang miring menyebabkan atap pelana minim bocor. Air hujan yang jatuh ke atap akan mengalir secara otomatis ke arah bawah sehingga tidak ada yang menggenang. Alhasil, kemungkinan terjadinya rembesan air hujan cukup kecil.

Namun, sudut kemiringannya tetap harus diperhatikan, idealnya antara 300 sampai 400. Jika kedua sisi yang dimiliki atap terlalu landai, maka kemungkinan akan menyisakan genangan air yang menyebabkan kebocoran.

2. Mudah Dipasang

Atap model pelana memiliki struktur dan bentuk yang sederhana. Alhasil, pemasangannya lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan model atap lain.

Hal yang perlu dipertimbangkan dengan cermat hanya soal kemiringan agar ideal. Jika kemiringan atap terlalu curam, maka genteng rentan terlepas. Istimewanya lagi, atap model pelana cocok untuk semua konsep rumah, mulai dari rumah minimalis hingga mewah.

3. Ruangan Lebih Sejuk

Kelebihan lain dari atap pelana yaitu membuat ruangan dalam rumah menjadi lebih sejuk. Alasannya, kemiringan atap sangat efektif untuk menyerap panas dari sinar matahari.

Terlebih, model pelana menciptakan area plafon yang berada persis di bawah atap. Area tersebut berfungsi sebagai isolator karena mampu mengurangi perpindahan panas dengan baik. Alhasil, bagian dalam rumah terasa adem.

4. Tidak Boros Material

Atap berbentuk pelana dibuat dari struktur rangka yang terbilang sederhana. Dengan begitu, material yang dibutuhkan tidak terlalu banyak.

Jenis struktur yang dipakai adalah kuda-kuda dan rangka kayu. Berbeda halnya dengan model atap datar yang membutuhkan lebih banyak material untuk membuat struktur dak beton.

Kekurangan Menggunakan Atap Pelana

Sebagai bahan pertimbangan, berikut 4 kekurangan dari atap model pelana sebelum benar-benar menerapkannya pada hunian:

1. Rentan Retak

Risiko yang pertama adalah atap pelana rentan retak karena terus menerus terpapar sinar matahari secara langsung. Selain itu, atap juga terkena terpaan angin dan tetesan air hujan yang debitnya bervariasi.

Kondisi cuaca semacam itu dapat mempengaruhi ketahanan atap sehingga lebih gampang retak pada beberapa bagian. Cara paling efektif untuk menghindarinya adalah dengan melapisi penutup atap menggunakan cat eksterior yang tahan segala cuaca.

2. Risiko Roboh

Jika menggunakan atap berbentuk pelana, maka harus siap dengan risiko roboh. Sebab, jenis atap ini menjadi pelindung utama dari segala cuaca, mulai dari panas, angin kencang hingga hujan deras.

Misalnya selama musim hujan, air deras yang sering turun akan memberatkan struktur pada kemiringan atap yang terlalu landai. Kondisi tersebut dapat memicu robohnya atap.

3. Rentan Terjangan Angin

Atap pelana rentan terjangan angin apabila kedua sisi tembok segitiganya tidak memiliki kekuatan yang seimbang. Maka dari itu, proses pembuatan harus dilakukan dengan cermat untuk memastikan kedua sisi sama kokoh.

4. Pemasangan Harus Teliti

Hal terakhir yang wajib dipertimbangkan adalah menggunakan tukang yang ahli dalam membuat atap model pelana.

Walaupun strukturnya sederhana, pembuatan atap bentuk pelana perlu kecermatan untuk menghitung kemiringan yang ideal dan hal lain. Dengan penghitungan yang cermat, maka atap yang dihasilkan akan memberikan perlindungan yang lebih optimal.

5 Macam Atap Pelana

Merancang atap model pelana akan semakin mudah apabila menggunakan referensi 5 macam atap di bawah ini:

1. Front Gable Roof

atap pelana front gable roof

Bukan jenis atap yang baru, front gable sudah dikenal sejak zaman prakolonial. Front gable adalah atap yang bentuk pelananya diletakkan tepat di depan rumah dan bagian bawahnya terdapat pintu masuk.

Dengan begitu, bentuk atapnya bisa terlihat sangat jelas dari luar rumah. Zaman sekarang, front gable sering dijumpai karena peminatnya semakin banyak.

2. Dutch Gable Roof

atap pelana dutch gable roof

Atap model pelana juga ada yang disebut dengan Dutch Gable Roof. Jenis atap ini merujuk pada penempatan atap model pelana pada bagian jurai luar.

Seperti pada gambar, terdapat 4 tambahan atap berbentuk pelana di sepanjang bagian jurai luar.  Biasanya bertujuan untuk memperluas atau menambah ruang loteng. Selain itu, dutch gable roof juga dibuat untuk menambah nilai keindahan tempat tinggal.

3. Box Gable Roof

atap pelana box gable roof

Box gable roof adalah atap pelana yang bagian dinding segitiganya memiliki perpanjangan ke bawah berbentuk kotak. Modelnya hampir mirip dengan gable roof pada umumnya, namun atap ini tidak menempatkan pembatas antara dinding atas segitiga dan dinding bawah rumah.

Seperti pada gambar, perpanjangan dari sisi segitiga hingga bagian bawah rumah dibiarkan menyatu.

4. Gable Roof with Shed Roof Addition

atap pelana gable roof with shed roof

Pada dasarnya desain gambar atap rumah ini adalah perpaduan antara gable roof dan shed roof. Kombinasi tersebut menciptakan atap yang terlihat bertingkat karena ada salah satu dinding yang dibuat lebih tinggi.

Atap model pelana yang dipadukan dengan shed roof akan memberikan ruang yang lebih luas. Rumah terasa lebih lapang, terang dan sejuk. Model atap ini juga mempercantik tampilan eksterior hunian.

5. Cross Gable Roof

atap pelana cross gable roof

Macam yang terakhir adalah cross gable roof. Model atap ini memiliki dua atau lebih garis pelana yang berpotongan. Umumnya, jumlah bubungan yang lebih dari satu dibuat tegak lurus satu sama lain.

Cross gable roof membutuhkan desain yang agak rumit. Salah satu ciri yang paling kentara adalah dua sisi sayap rumah yang seakan terpisah, seperti pada gambar. Model atap ini cocok untuk membuat beranda yang lebih lebar maupun ruang garasi yang menyatu dengan rumah.

Kemudahan dalam pemasangan dan konstruksi yang sederhana adalah keunggulan dari atap pelana. Proses pembangunannya lebih hemat biaya dan cocok diterapkan untuk rumah yang dibangun di lahan minimalis.

Hanya saja, perlu dilakukan penggantian untuk meminimalisir kerusakan. Agar bisa mengoptimalkan fungsi atap sekaligus mengurangi risiko, maka percayakan perencanaan dan pembuatannya pada bimdesain.com, penyedia jasa desain rumah berpengalaman.

Categories: Jasa desain

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *